Minggu, 10 November 2013

PENANTIAN SEORANG DARA



Ada seorang dara merindukan sebuah kebahagiaan



Meratapi sebuah ke munafikan yang terbalut keegoisan



Teriak ingin bebas tapi tak mampu



Karena belenggu terlalu kuat tuk dilepasnya



           Ratapan terus berkecamuk dalam jiwa yang penuh penantian



          Tangis pun turun  bersama datangnya gelap



         Perasaan teraduk-aduk dalam hati yang lemah tak berdaya



Tatapan kosong menghiasi kedua matanya



Meneteskan butiran air yang menggulung sepi



Entah sampai kapan dara itu menanti sebuah kebahagiaan yang tak pasti



Hanya waktu yang akan  dapat menjawabnya kelak



 

MAUKU



Terkadang kenapa yang kita mau tak pernah nyata



Semua hanya samar tak bisa terbaca dengan mudah



Semua harus dengan rasa hati dan jiwa yang penuh keikhlasan



         Hadapku tak seperti apa yangku pinta



        Mauku tak sejalan dengan mimpiku



       Semua samar dan penuh misteri



 

JIWA YANG SEPI



Terbungkus kaku dalam bening jiwaku



Membaur erat dalam setiap sel-sel darahku



Membasuh perih jiwa yang terluka



               Hati berontak mengurai luka



               Membasuh perih jiwa



              Yang kering kerontong membuat keresahan



Setiap langkah mengurai angan



Membawa mimpi-mimpi yang tertinggal



Dalam sebuah kebisuan

WAKTU



Detak waktu terus berjalan



Detik berganti menit berganti jam



Terus berjalan seiring bergantinya hari



           Jiwa yang selalu mengharap



          Mimpipun mulai mengembara dalam dunia angan



          Mimpi-mimpipun dirangkai dalam relung kenyataan



         Akankah ini kan menjadi nyata



                       Rasa telah menumpuk dibatin



                        Nurani membaur dengan ketidak pastian



                      Menumpahkan segala rasa dalam jiwa yang kelam

JALAN KU



Ketika jalan terjal menghambatku



Hidup terasa berat dan susah



Harus berjuang dari titik nol



Sampai peroleh kesempurnaan



                   Lika liku hidup terus ku tapaki



                   Menjajaki dalam kehidupan



                  Dalam heningnya kebisuan



                                    Rasa terus bergejolak



                                    Membawa ku semakin terhempas



                                    Dalam jiwa yang sepi